KENDARI, TELISIK.ID - Ratusan massa yang tergabung dalam organisasi Tamalaki mendatangi Polda Sulawesi Tenggara. Hal itu dipicu akibat beredarnya sebuah skripsi mahasiswa dari salah satu universitas ternama di Sulawesi Selatan.

Mereka menuntut kepada Kapolda Sulawesi Tenggara agar segera menyelesaikan perkara dugaan penghinaan suku Tolaki.

Karya ilmiah itu ditulis pada tahun 2016, saat terduga pelaku berkuliah di Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Jurusan Ilmu Sosiologi Ilmu Budaya. Membuat skripsi berjudul Asumsi Masyarakat Bugis Terhadap Ideologi Masyakarat Tolaki di Kolaka Utara.

Dari pantauan telisik.id, terlihat massa yang tergabung dari sejumlah organisasi Tamalaki merasa geram karena Kapolda Sulawesi Tenggara tak kunjung menemui mereka untuk melakukan diskusi dan membeberkan persoalan yang dialami. Terlihat beberapa massa menggunakan baju adat, kostum seragam pemuda Tolaki.

Baca Juga: Tiga Kepala Daerah Kepincut Pasar Murah Kadin Sulawesi Tenggara