Namun sebelumnya beberapa perwakilan dari para tokoh adat dan pejabat suku Tolaki terlebih dahulu telah di terima oleh Kapolda Sulawesi Tenggara.
Kepala Panglima Kapita Tamalaki dari organisasi masyarakat adat, Irfan Konggoasa mengatakan, turunnya di jalan karena sangat kecewa terhadap pernyataan dari salah satu oknum.
"Kami sangat direndahkan harkat dan martabat kami sebagai suku Tolaki. Marwah kami harus segera dikembalikan," ucapnya pada (12/4/2023) di Kendari.
Ia juga berharap agar Pemprov Sulawesi Tenggara khususnya Ali Mazi harus ikut berperan dalam proses penyelesaian masalah itu, agar pihaknya tahu siapa-siapa yang terlibat di dalamnya.
"Kami sangat marah, sedih dan kecewa. Kami meminta dari kerukunan Sulawesi Selatan agar meminta maaf kepada keluarga kami masyarakat suku Tolaki yang ada di Sulawesi Tenggara," tegasnya.
