Sementara Dewan Pembina Perkumpulan Masyarakat Tolaki, Muhammad Asrin Saranani menyampaikan kepada Pemerintah Sulawesi Tenggara dan kepolisian agar segera menindaklanjuti persoalan tersebut sebab masalah itu bukan hanya terjadi kali ini saja.
"Ini sudah sangat menyakiti hati kami suku Tolaki, kami mau tau dari mana dia dapat bahasa itu sehingga dia sampai membuat skripsi, siapa yang memberikan keterangan dan tau dari mana," katanya.
Seharusnya kalau ia membuat skripsi begitu ia bertanya dulu kepada orang-orang yang lebih tua.
Baca Juga: Emak-Emak Serbu Pasar Murah Disperindag
"Jadi kami tidak terima, sebelum merembet ke tempat lain sebaiknya pelaku segera ditindak," tegasnya.
