“Tahun lalu ada 80 wartawan yang dibunuh, meski itu terjadi di negara lain,” katanya.  

Menurut Totok, ancaman terbaru kemerdekaan pers adalah pelemahan idealisme. “Karena idealnya pers tidak dalam posisi kekuasaan atau oposisi. Pers mestinya independen,” ujarnya.  

Pakar komunikasi, Devie Rachmawati menyoroti tingkat kepercayaan terhadap pers. “Kita masih bersyukur pers Indonesia masih menjadi sumber informasi yang dipercaya,” katanya. 

Meski demikian, banjir informasi membuat masyarakat tidak lagi mampu menyerap mana informasi yang benar dan palsu. 

Baca: Juga: Bupati Konawe dan Tokoh Lembaga Adat Tolaki Temui Kapolda Sulawesi Tenggara