KENDARI, TELISIK.ID - Kasus ujaran kebencian berbau suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) kian mencuat di Tanah Air. Hal itu menjadi perhatian Polda Sulawesi Tenggara.

Dirintelkam Polda Sultra, Kombes Pol Nanang Rudi Supriyanto menjelaskan utamanya menjelang pemilihan umum ada satu hal yang paling ditakutkan adalah upaya mengadu domba rakyat serta mengacaukan harmonisasi hubungan antaragama dan suku di daerah ini lewat politisasi SARA.

"Pemilu itu konflik karena semua punya kepentingan, namun kita harus mengemas itu dengan harmonis. Berkontestasi harus konstruktif, jangan ngadu," katanya.

Polda Sultra juga kata Nanang terus melakukan koordinasi dengan penyelenggara pemilu baik itu KPU dan Bawaslu untuk menciptakan kamtibmas.

"Semua tahapan pemilihan itu ada perkiraan ancamannya serta potensi gangguannya dan kita sudah petakan itu. Sehingga kita butuh semua pihak untuk membantu menciptakan kamtibmas terutama media," tambah Nanang.