Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sultra, Aflan Zulfadli, mengusulkan keterlibatan pihak independen dalam memeriksa sampel BBM yang diduga oplosan. Dia menyarankan Polda Sultra langsung yang mengirim sampel ke Lemigas.
"Kalau universitas sekelas ITB dan UI, yang ada jurusan keminyakan ya mungkin juga bisa dilakukan tes di sana," jelasnya.
Ia menambahkan, untuk sampel BBM yang diduga oplosan, pihak pelapor masih menyimpan banyak jika dibutuhkan ketika akan ada pemeriksaan.
"Jadi sampel yang bermasalah mereka keluarkan hanya satu liter satu liter begitu," ujar Aflan. (A)
Penulis: Sigit Purnomo
