"Kelompok tani itu warga negara Indonesa dan mereka juga merupakan warga negara yang memiliki ekonomi menengah ke bawah harusnya pemerintah memberikan perhatian. Selain itu, harusnya ada juga solusi sebelum melakukan penggusuran atau perusakan dan akhirnya menambah kemiskinan. Ketika mereka digusur dari rumahnya mereka tidak memiliki tempat tinggal lagi," terangnya.
Salah satu kelompok tani, Pahala Napitupulu mengisahkan, rumahnya yang berada di Desa Sena dihancurkan oleh Satpol PP.
"Mereka dengan keji menghancurkan tempat tinggal saya. Sampai saat ini saya tidak punya rumah. Ada 35 rumah yang dihancurkan, termasuk rumah saya," ucapnya.
Diakui sekretaris kelompok tani itu, mereka sudah lama bercocok tanam dan akhirnya mendirikan bangunan. Jauh sebelum adanya proyek pembangunan sport center itu.
"Sebelum ada wacana proyek itu, kami sudah menetap dan mengusahai lahan itu," tambahnya.
