KUPANG, TELISIK.ID - Polemik di tubuh Partai Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) rupanya masih terus berlanjut pasca penetapan Leonardus Lelo sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTT oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada awal Januari 2022 lalu.
Ratusan masa simpatisan Jefri Riwu Kore (Jeriko) dijadwalkan akan mendatangi Mapolda NTT guna menyampaikan beberapa poin tuntutan termasuk melarang kegiatan Partai Demokrat di NTT sebelum ada klarifikasi dan penjelasan resmi oleh Ketum AHY tentang situasi tersebut.
Kordinator Lapangan, Herison Arianto Kore membeberkan poin yang akan mereka sampaikan, yakni menuntut AHY untuk mengklarifikasi mengapa sehingga Jeriko kalah, padahal perolehan suaranya unggul atas Leo Lelo, yang kedua menurut Herison, mereka juga mendesak agar pengurus Partai Demokrat untuk tidak melakukan langkah apapun sampai AHY menjelaskan tentang proses yang sedang berjalan.
Selanjutnya, simpatisan Jeriko akan mengejar sampai di manapun kegiatan Partai Demokrat yang dilakukan di NTT selama belum ada penjelasan resmi dari AHY kenapa Jeriko kalah dalam proses demokrasi, termasuk kegiatan konsolidasi kader yang akan berlangsung pada Sabtu (5/2/2022).
Mengingat polemik berkepanjangan ini belum tuntas, simpatisan Jeriko meminta dan mewanti-wanti agar Polda NTT membatalkan kegiatan Partai Demokrat yang akan berlangsung pada Sabtu (5/2/2022) di Kota Kupang.
