WAKATOBI, TELISIK.ID - Proyek pembangunan talud di Desa Wapia-pia, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi baru-baru ini menjadi polemik.

Pasalnya, proyek Kementrian PUPR tidak sesuai rencana awal. Dimana, pada gambaran awal akan dibuat break water namun kenyataannya justru yang dibuat adalah talud.

Dengan pembuatan talud masyarakat akan kesulitan untuk menambat perahunya. Hal itu diungkapkan seorang nelayan setempat, La Upa, kepada awak media.

"Bagaimana mi nanti kita mau tambat perahunya ketika musim ombak (angin barat), kami harus mencari tempat perlindungan perahu yang dipakai menangkap ikan. Bagaimana dengan nasib perahu kami, kami akan kesulitan menaikkan dan menurunkannya kembali,” kata La Upa.

Menaggapi hal tersebut, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari, Haeruddin C. Maddi mengungkapkan, pengalihan proyek dari break water ke talud tidak serta merta dilakukan begitu saja.