Namun, kata dia, dengan pertimbangan kearifan lokal dan daerah konservasi, apalagi nasib masyarkat yang menetap tidak jauh dari bibir pantai yang akan berdamapk abrasi.

"Untuk mengerjakan infrastruktur kami sangat hati-hati di Wakatobi, karena itu adalah daerah konservasi. Sehingga membutuhkan pertimbangan-pertimbangan, sebab pemukiman penduduk yang jika kita tidak lindungi akan terdampak terabrasi kemudian terkikis habis," ujar Haeruddin.

Di tempat warga bermukim, tambah dia, harus diproteksi, karena jangan sampai pulau yang sekecil ini lambat laun bisa semakin mengecil akibat garis pantai yang maju.

"Nah, kalau kita tidak bangun infrastruktur seperti break water atau revetment itu nanti akan habis," tambah Haeruddin.

Lebih lanjut, kata dia, Wakatobi itu terletak di samudra terbuka yang biasanya tinggi gelombang sampai 4 meter. Sehingga jika tidak dibangun infrakstrukut seperti itu, maka pulau sekecil itu tidak bisa dipertahankan. Apalagi masyarakat berada di pinggir bibir pantai.