JIS juga selalu dilekatkan sebagai kebangaan warga Jakarta tentu saja kebanggaan ini diharapkan berkelindan dengan apresiasi atas kinerja Anies. Sehingga ketika rencana renovasi mencuat, kubu Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) geram menanggapi rencana ini.
Antara Renovasi dan Politisasi
Rencana renovasi ini menjadi polemik ketika Erick Thohir selaku Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang telah meninjau lapangan JIS bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyimpulkan jika rumput lapangan JIS tidak sesuai standar FIFA.
Ungkapan dari Basuki yang mengatakan pihaknya bakal melakukan renovasi JIS jelang menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023, memunculkan pro dan kontra. Ketua Umum PSSI mendapatkan sorotan tajam, karena dianggap melakukan politisasi atas rencana renovasi JIS ini.
Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI dianggap melakukan politisasi, disebabkan ia memang memiliki niat sebagai calon wakil presiden (cawapres). Sehingga apa yang disampaikan oleh Erick Thohir selaku ketua umum PSSI atas hasil kedatangannya yang profesional sekalipun, akan dianggap melakukan politisasi terhadap kubu berseberangan dengan Pemerintah yakni dari KPP yang mengusung Anies Baswedan sebagai cawapres.
