Baca Juga: Protes dan Kekecewaan Rakyat
Perilaku tidak etis juga dilakukan oleh Jokowi dengan melakukan safari politik, padahal Jokowi sudah purna tugas dan tidak berpartai. Ia juga tidak etis, sengaja mengapungkan namanya agar terus dispekulasikan akan menjabat sebagai dewan pembina PSI.
Apa yang dilakukan Jokowi dengan PSI, tentu saja mengganggu sinergi seluruh partai yang sedang berkonsentrasi mewujudkan kesejahteraan masyarakat bersama Presiden Prabowo. Perilaku Jokowi sejatinya juga bukan untuk PSI dan Publik, tetapi untuk kepentingan politik keluarga Jokowi semata.
Dinamika internal di lingkaran politik Jokowi, dengan intensitas Jokowi yang terus muncul ke publik melakukan safari politik akan mengindikasikan adanya bentuk tidak loyal dan tidak solidnya PSI terhadap pemerintahan saat ini. Jelas tergambarkan Jokowi bukan lagi pendukung pemerintah yang loyal, tetapi Jokowi dan PSI kini bak duri dalam daging bagi pemerintah.
Safari Politik Jokowi maupun upaya pengemasan citra positif dirinya, sebenarnya bukan untuk kepentingan politik membesarkan PSI, dan juga bukan untuk kepentingan publik. Apa yang dilakukan Jokowi dengan memobilisasi citra positif dirinya, maupun melakukan safari politik, pun juga mendukung PSI, sejatinya hanya untuk kepentingan dirinya dan keluarganya. Gibran dan Kaesang bagi Jokowi, mereka masih membutuhkan dirinya untuk membantu karir politik mereka melesat drastis. (*)
