Bahkan, nyatanya Anies maupun Ridwan Kamil, mereka akhirnya memilih bercengkrama dengan partai politik, seperti memilih bergabung dengan salah satu partai politik, atau mengupayakan pendirian partai politik baru seperti Partai Gerakan Rakyat yang cikal-bakalnya dari organisasi masyarakat (ormas) relawan pendukung Anies Baswedan.
Jadi, fakta di Indonesia sirkulasi mengganti elite itu harus hadir dari elite itu sendiri. Kalau pubkik berharap tiba-tiba ada orang baru dari luar yang bagus rekam jejaknya, diupayakan untuk menerobosnya, ditenggarai tidak akan bisa (menggeser orang lama), kecuali ‘pintu’ itu dibuka oleh elite itu sendiri, contoh saja kehadiran Jokowi di panggung politik karena sifat legowo dari Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). (*)
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
