KENDARI, TELISIK.ID - Di tengah upaya membangkitkan prestasi olahraga, SMAN Keberbakatan Olahraga (SKO) Sulawesi Tenggara masih dihadapkan pada persoalan mendasar terkait sistem pendidikan, kurikulum, dan keberlanjutan masa depan atlet.
Kepala SMAN Keberbakatan Olahraga Sultra, Sujarwin, menyebut posisi SKO hingga kini masih berada di persimpangan antara sekolah umum dan sekolah olahraga.
Secara administratif, SKO tercatat sebagai SMA Negeri Keberbakatan Olahraga, namun masih menggunakan kurikulum SMA umum karena belum ada kurikulum khusus olahraga dari pemerintah pusat.
“Kami ini sekolah atlet, tapi pakai kurikulum SMA umum. Fokus jadi tidak jelas,” ujar Sujarwin kepada telisik.id, Rabu (7/1/2026)
Kondisi tersebut membuat siswa SKO menanggung beban ganda. Pada pagi hingga siang hari mereka mengikuti pelajaran akademik seperti matematika, fisika, dan kimia, sementara sore hari harus menjalani latihan olahraga.
