Dharma Prayudi Raona, Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara mengungkapkan, di setiap aksi tebang liar, selalu ada aktor besar  atau cukong yang bermain di balik layar.

"Para pelaku tebang liar tidak menyadari bahwa upah yang diperoleh sangatlah kecil, karena porsi pendapatan terbesar dipetik oleh para penyandang dana (cukong) yang membayar para pelaku tebang liar," ungkap Dharma Prayudi Raona, Rabu (6/4/2022) lalu.

Guna mencegah tindakan ilegal seperti ini terulang kembali, Polhut memberikan sosialisasi berupa edukasi serta pemahaman ke masyarakat sekitar kawasan hutan untuk bersama-sama mencegah dan segera memberikan laporan apabila terjadi aktivitas mencurigakan di dalam hutan. (C-Adv)

Reporter: Ridho Syafarullah

Editor: Haerani Hambali