Sesuai keterangan korban bersama dengan kedua orang temannya, di mana diinformasi yang WhatsApp dituliskan korban adalah anak Sekdes Lawata, faktanya bukan. Pelaku menggunakan 1 unit mobil Avanza krem, faktanya menurut keterangan korban pelaku pada saat datang menarik dan meninggalkan korban itu dengan berlari.
Informasi yang beredar ada warga yang melihat kejadian, faktanya pada saat kejadian dan setelah kejadian korban ditarik setelah itu pelaku lari hanya ada korban dengan kedua orang temannya.
"Sehingga dengan beberapa uraian tersebut belum bisa disimpulkan, apakah benar ini sebuah motif penculikan ataukah hanya kesengajaan atau candaan oleh pelaku terhadap korban dengan maksud dan tujuan untuk menakut-nakuti," ujarnya.
Polsek Pakue akan terus mendalami dan melakukan penyelidikan lebih lanjut agar dapat mengungkap orang tidak dikenal yang merupakan terduga pelaku dalam kasus dugaan penculikan anak yang terjadi di Desa Lawata, Kecamatan Pakue Utara yang saat ini meresahkan warga masyarakat.
Sementara itu, Camat Kodeoha, Zainuddin menuturkan, informasi penculikan anak yang cepat beredar ke telinga masyarakat melalui media sosial Facebook dan WhatsApp membuat banyak orang tua was-was.
