Diberitakan sebelumnya, sepekan sebelum penikaman, LM Irfan Mihzan mengaku pada salah satu rekan seprofesinya, ia sempat mendapat ancaman melalui pesan WhatsApp. Ancaman itu diketahui datang dari salah satu oknum aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Buton Selatan.
Isi pesan yang menggunakan sebagian bahasa daerah Wolio (Baubau/Buton) berisi kalimat agar korban lebih berhati-hati. Namun Irfan tidak terlalu menghiraukan pesan tersebut.
"Intinya sy lawan kamu, karena saya dalam batas koridor pemerintah itu sendiri."
"Sia2 sy kuliah, kalau sy tdk tau batasan itu."
"Dua kata buat mu
