Kata Safri, pihaknya tegas melakukan pembakaran karena belum lama ini sempat terjadi aksi pengeroyokan yang melibatkan anak remaja dalam keadaan mabuk. Setelah dilakukan pengembangan, komplotan remaja itu mendapatkan minuman dari seorang warga yang kerap disapa Agusman alias Manggasa.

"Kami dapat informasi tentang kegiatan jual beli dan produksi miras saat kami tangani kasus pengeroyokan. Dalam pengembangan, mereka mendapat barang memabukkan dari tempat itu," lanjutnya.

Pihaknya pun berharap, masyarakat dan pemerintah setempat bekerja sama menjaga dan melaporkan jika menemukan warga yang memproduksi, menjual, dan mengkonsumsi miras.

Dia juga mengaku pihaknya, akan selalu melakukan operasi pemberantasan miras untuk menciptakan ketertiban dan keamanan bagi masyarakat.