Selain itu, Hadi juga mengaku banyak korban atas dugaan rekayasa notes pajak asli tapi palsu (aspal) yang diduga dilakukan oleh Bripka AS bersama komplotannya.
"Jadi, notes pajak yang diberikan pihak Bripka AS bukan yang resmi dari pihak Dinas Pendapatan Daerah. Inilah juga yang masih kami dalami semuanya," tambahnya.
Kemudian, Hadi mengaku mekanisme yang diduga dilakukan Bripka AS terhadap korbannya tidak melalui mekanisme yang berlaku.
"Prosedur yang dilakukan mereka juga menyalahi, sampai hari ini. Ada banyak korban dugaan penggelapan pajak yang diduga dilakukan Bripka AS dan rekannya. Polda Sumatera Utara dan Polres Samosir membuka posko pengaduan terhadap korban yang merasa dirugikan," ungkapnya.
Ketika dipertanyakan mengenai status tewasnya Bripka Arfan Saragih diduga penuh kejanggalan. Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara mengaku juga masih mendalami.
