"Hingga saat ini, belum ada korban jiwa yang dilaporkan. Kita sedang melakukan penyelidikan untuk menemukan penyebab pasti dari kejadian ini," ungkap AKP Fitra Yadi.

Polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di Diklat Sulawesi Tenggara, untuk mengumpulkan bukti dan melakukan pemeriksaan awal terhadap para korban di Puskesmas Puuwatu.

Mereka juga menyita sampel makanan yang dikonsumsi oleh korban untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kendari.

"Kami akan terus mengikuti perkembangan penyelidikan ini dan akan memberikan informasi lebih lanjut seiring dengan adanya temuan baru," tambah AKP Fitra Yadi.

Keracunan massal itu telah mengguncang Kantor BPSIP dan peserta acara kenaikan pangkat tersebut. Menurut informasi yang dihimpun, hampir seluruh peserta yang berada di kantor tersebut mengalami keracunan, termasuk 12 orang yang sebelumnya mengikuti upacara kenaikan pangkat dan membeli makanan dari luar melalui jasa katering.