“Pelaku marah melihat power speakernya diposting di media sosial yang hendak dijual oleh orang tuanya atau salah satu korban, sehingga pelaku keluar dan mengambil botol dan diisi pertalite dan kain (bom molotov), kemudian dibakar dan dilemparkan ke orang tuanya, tetapi bukan cuma ayahnya, bom itu mengenai juga adik kandungnya (F) dan ponakannya (K),” ungkap Kasat Reskrim
Paman korban pun tidak terima dengan kejadian tersebut dan melaporkan tersangka ke polisi.
Kasat Reskrim menjelaskan pelaku sempat melarikan diri nyaris dua bulan. Berkat kerjasama dengan kepolisian Kendari, pelaku pun ditemukan keberadaanya di salah satu kost-kostan di Kendari.
“Kita terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Buser 77 Kendari untuk melakukan penangkapan pelaku tersebut,” tambahnya.
Sebelumnya, ayah korban, Gafur, menjelaskan bahwa serangan itu juga terjadi setelah pertengkaran mengenai perilaku RD yang sering mabuk dan tidak bekerja.
