Terpisah, Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman ketika dikonfirmasi mengaku, Bripka Arfan meninggal dunia diduga meminum racun sianida.
"Tidak ada tanda tanda kekerasan dalam meninggalnya Bripka Arfan. Jika keluar Bripka Arfan membuat pengaduan, itu hak setiap warga negara," ungkapnya.
Ketika dipertanyakan mengenai adanya luka memar di bagian kepala, AKBP Yogie Hardiman menduga, Bripka Arfan diduga terjatuh dan kepalanya terbentur.
"Kemungkinan kepalanya terbentur itu, tapi untuk lebih jelasnya coba konfirmasi dengan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) saja ya, karena untuk penanganan perkara ini ditangani Kasatreskrim," terangnya. (B)
Penulis: Reza Fahlefy
