Ariasandy menceritakan, waktu kejadian sejumlah warga sedang menghadiri sosialisasi yang diadakan sebuah LSM di PAUD dekat rumah korban. Salah seorang peserta kemudian mendengar suara tangisan.

"Kejadiannya Jumat, sekitar pukul 11.00 Wita, kebeteluan saat itu ada sosialisasi dari LSM yang bergerak di bidang perempuan dan anak, di sebuah Paud," ucap Ariasandy, Kamis (2/2/2023).

Saat itu, salah satu peserta mendengar tangisan anak di sebuah rumah. Warga kemudian berusaha mencari sumber suara tangisan tersebut. Mereka mengintip ke dalam rumah pelaku melalui jendela.

Betapa terkejutnya warga saat melihat ada seorang balita dengan kondisi kaki dan tangan terikat tergeletak di lantai sebuah kamar.

Dari hasil penyelidikan, tambah dia, pihaknya sudah tetapkan OT jadi tersangka. Sementara itu Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Joni Asadoma menjelaskan, pelaku sudah beberapa kali melakukan tindakan yang sama. Bahkan, pada Desember lalu korban dipukul menggunakan sapu lidi.