Oleh: Efriza
Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus & Owner Penerbitan
MENDADAK ramai, dinarasikan Partai Nasdem akan melakukan Merger atau Fusi dengan Partai Gerindra. Akhirnya, Partai Nasdem membantah isu tersebut, Partai Nasdem melalui Surya Paloh selaku Ketua Umum Partai sedang berupaya melakukan Aliansi atau rekayasa politik berupa political block atau blok politik yang bertujuan menciptakan kerja sama berbasis visi dan kebijakan, bukan sekadar transaksi politik jangka pendek.
Partai Nasdem patut diakui, perlahan terus menanjak perolehan suaranya, pada Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif. Pemilu 2014 pertama kali diikuti, Nasdem meraup 8,42 juta suara atau 6,74?ri total suara sah nasional. Nasdem berada diurutan 8 partai yang lolos Parliamentary Threshold atau ambang batas untuk memperoleh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Sedangkan, pada Pemilu 2019, Nasdem mendapatkan suara sebanyak 12.661.792 suara (9,05 persen), dan Pemilu 2024, Partai Nasdem mendapat suara sebanyak 14.660.516 suara (9,6 persen). Dari dua Pemilu terakhir tersebut Partai Nasdem berada di urutan kelima. Blok Politik sebagai Strategi Politik Wacana pembentukan blok politik antara Partai Nasdem dan Partai Gerindra sebagai bentuk manuver Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.
