Namun, Presiden Jokowi hingga kini malah membesarkan komposisi jumlah wakil menteri dari periode sebelumnya 3 wakil menteri, kemudian periode kedua bertambah 12 wakil menteri dengan pelan tapi pasti jumlah wakil menteri bertambah mencapai 25 kursi.
Bahkan masih dimungkinkan akan terus bertambah dengan alasan masuk akal berupa beban pekerjaan yang semakin berat menghadapi perkembangan zaman, hingga alasan politis berupa konsolidasi Jokowi menuju Pemilihan Umum Serentak 2024 mendatang.
Menilai Dua Tahun Pemerintahan Kedua Jokowi
Pilihan dan sikap yang dilakukan oleh Jokowi dalam memerintah semakin menunjukkan karakter pemerintahan yang lemah utamanya adalah personal Jokowi sendiri sebagai presiden jika membandingkan dengan periode pertamanya.
Penunjukan menteri yang adalah hak prerogatif Presiden, menjadi sekadar berbagi kursi semata, apalagi Jokowi hingga minta maaf sebab tak bisa mengakomodir semua pihak dalam penyusunan kabinet. Jokowi pada awal pembentukan kabinet mengungkapkan setidaknya ada 300 nama calon dari kebutuhan menteri sebanyak 34 orang (merdeka.com, 26 Oktober 2019).
