Namun, kenyataan sampai hari ini partai masih saling mengintip sehingga masih menjadi teka-teki bagi pemilih dan antara bakal calon saling mengklaim telah didukung oleh partai tertentu. Mekanisme ini juga sebenarnya yang perlu  diperbaiki karena sering terjadi keinginan dan dukungan pada calon bupati/wakil bupati dari DPD I/II dan DPP berbeda yang akibatnya terjadi perlawanan dari para kader terhadap keputusan partai yang berbeda  dengan aspirasi di tingkat bawah.

Sehingga yang bertarung di pemilihan serentak adalah sesama orang  partai, dari kelompok pragmatis elite dan aktivis partai yang ideologis (kader), saat aktivis partai tidak mendukung pilihan para elitnya maka kepercayaan pada partai akan hilang dan melahirkan pemilih-pemilih yang lebih memilih untuk golput saat pencoblosan nantinya.

Saat ini yang terjadi partai-partai politik, termasuk di Sultra  yang punya suara untuk memberikan dukungan para calon lebih memilih untuk menggunakan cara klasik yaitu penentuan resmi partai akan diberikan kepada calon bupati/wakil bupati saat injury time sebelum pendaftaran di KPU.

Istilah injury time sangat dikenal dalam dunia persepakbolaan, yang disebut sebagai detik-detik terakhir dari suatu pertandingan, namun istilah ini tidak hanya berlaku dalam sepak bola tetapi juga berlaku di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Salah satu yang kami rasakan adalah saat memberikan tugas pada mahasiswa yang biasanya para mahasiswa akan mengumpulkan tugas mereka di masa injury time (detik-detik terakhir), akibatnya banyak tugas yang sama, tugas yang tidak jelas siapa pemiliknya dan kadang salah dalam mengumpulkan tugas.