Hanya persoalannya minimnya pendidikan politik dari setiap parpol ditambah dengan adanya pandemi COVID-19 memaksa masyarakat menjadi apolitis dan pragmatis terhadap pilihan parpol untuk memberikan kepastian dukungan di masa injury time.

Untuk itu, ke depan parpol dituntut lebih serius membangun komitmen ideologi dan membuat program sesuai kebutuhan masyarakat dan bukan hadir setiap 5 tahun sekali. Artinya, parpol harus menata basisnya dengan pendekatan programatik, bukan dogmatis. Substansi dari membangun partai politik adalah memberdayakan masyarakat dengan edukasi politik. (*)