Dengan adagium politik itulah rangkul dan pukul mewarnai praktek politik tanah air mulai tingkatan pilkada, pileg dan pilpres.

Fenomena itu semakin tampak, di era media sosial, setidaknya dimulai sejak 2012 ketika Pilkada DKI Jakarta.

Baca juga: Mengukur Kepedulian Calon Kepala Daerah di Masa Krisis

Hasil Pilpres 2019, juga kemudian membuka mata publik, ketika calon presiden Prabowo Subianto yang kalah menjadi Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju pimpinan rival politiknya.

Pro kontra terjadi, tapi lagi lagi realitas politik mencatat bahwa ada saatnya memukul, dan ada saatnya merangkul.