Politisi berempati adalah politisi yang dapat ikut merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat yang terdampak covid-19 dan tidak melihat lagi dari partai politik apa, dari dapil apa mereka dan pendukungnya siapa semua hilang saat mereka sudah turun di lapangan dan memberikan bantuan.
Sehingga tidak perlu lagi ada sentilan di masyarakat bahwa saat masa kampanye semua sangat dekat dengan masyarakat, namun saat terjadi bencana virus corona semua hilang.
Akhir-akhir ini di Sulawesi Tenggara para politisi sudah turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan dan tidak ada berputar dan bertahan pada 3 fungsi dewan, walaupun persentase masih kecil dibanding para politisi yang ada di Senayan, provinsi maupun kabupaten/kota.
Maupun para kandidat yang akan bertarung pada Pilkada 2020 ini adalah lahan terbaik untuk berbuat baik, bukan kemudian menjauhi masyarakat. Banyak bantuan yang dapat dilakukan para kandidat jika tidak bisa secara langsung, maka para kandidat dapat memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan pesan–pesan edukasi kesehatan maupun dengan meme politik yang bernuansa edukasi tentang pentingnya partisipasi masyarakat untuk tetap tinggal di rumah.
Jangan berpikir bahwa Pilkada 2020 belum jelas lalu perjuangan juga dihentikan, proses politik untuk pertarungan di 7 kabupaten tetap jalan dengan strategi yang lebih kreatif utamanya memanfaatkan ruang di dunia maya karena masyarakat yang tinggal di rumah sudah pasti sangat memanfaatkan kehadiran fasilitas-fasilitas komunikasi yang dimiliki.
