Dengan cara berempati maka politisi dapat memfasilitasi terjadinya proses berbagi dan mengkomuniksikan rasa yang dialami oleh masyarakat yang hidup susah saat ini terhadap pemerintah, bantuan yang diberikan baik dalam bentuk paket sembako, pemberian masker, membagi sabun pencuci tangan maupun APK bagi para pejuang kesehatan.

Bantuan–bantuan tersebut sangat dibutuhkan bagi masyarakat yang tidak punya pekerjaan tetap, masyarakat yang tidak punya gaji tetap setiap bulan yang hari ini harus “terpaksa”  tinggal dirumah.

Namun, yakin dan percaya bahwa kehadiran para politisi di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan bukan sekadar politik pencitraan, karena dalam praktik politik, dikenal bahwa politik pencitraan menjadi bagian strategi komunikasi politik yang bertujuan untuk meningkatkan elektabilitas.

Hilangkan semua prasangka negatif karena saat ini dibutuhkan adanya kerjasama dan kepedulian sosial semua pihak dan semua elemen agar masyarakat di Sulawesi Tenggara tetap aman dan terhindar dari covid-19. Semoga badai ini cepat berlalu. (*)