Politisi Partai Golkar itu juga menuturkan, PSBB menjadi tidak penting jika Pemkot Kendari tak bisa mengatasi tempat-tempat kerumunan orang seperti di pasar-pasar dan pelelangan ikan.

Social distancing dan physical distancing menjadi tidak berguna di wilayah tersebut, padahal katanya tempat-tempat seperti pasar dan pelelangan ikan merupakan hal yang berbahaya jika tak diatasi.

"Mending tangani itu ketimbang PSBB, nda ada gunanya. Tempat-tempat seperti pasar dan pelangan itu lebih berbahaya," papar Anggota Komisi III Dewan Kendari itu.

La Ode Ashar juga menyarankan, agar Pemkot Kendari lebih fokus pada penggunaan masker terhadap masyarakat dan tetap melakukan jaga jarak.

"Tapi jangan larang aktivitasnya. Walaupun kita tetap harus waspada," pungkasnya.