Belum lagi penggelembungan harga sewa. Karenanya, kuat dugaan adanya tindak korupsi dalam proses penyewaan pesawat yang dilakukan direksi Garuda.

“Karenanya saya mengusulkan segera diganti, karena kondisi keuangan Garuda Indonesia saat ini yang terlilit utang sudah mencapai Rp 70 triliun dan diperkirakan bertambah Rp 1 triliun setiap bulannya. Ini bukti mereka telah gagal dalam mengelola Garuda Indonesia,” tegasnya.

Fauzi kembali menekankan perlunya dibentuk Pansus Garuda.

"Nah untuk mengurai benang kusut masalah Garuda yang sedang sakit ini dari hulu ke hilir, termasuk bagaimana cara menutupi utang Garuda yang sudah mencapai Rp 70 triliun lebih, masalah manajemen, holding hingga proses hukum terkait adanya tindak korupsi yang dilakukan internal Garuda, saya mengusulkan agar pimpinan DPR segera membentuk Pansus Garuda lintas komisi seperti Komisi III, VI, V, dan XI," usulnya.

Fauzi berharap semoga seluruh persoalan Garuda bisa diurai dan ada opsi terbaik untuk menyelesaikan masalah Garuda lewat pansus tersebut. Dan seperti harapan kebanyakan masyarakat Indonesia, lewat Pansus ini, DPR akan berupaya menyelamatkan maskapai kebanggaan bangsa ini," tandas alumnus Pasca Sarjana Universitas Indonesia (UI) ini. (C)