"BUMN itu badan usaha yang harus jelas parameternya. Berbeda halnya dengan perombakan di tubuh lembaga politik seperti partai politik, yang tentunya kental dengan nuansa subjektifitas, karena menyangkut kesamaan ide (gagasan) serta loyalitas terhadap pimpinan," kata Gunhar.

Sebaliknya, tambah Gunhar, tanpa parameter yang jelas perombakan yang dilakuan malah membingungkan. Sebab, beberapa BUMN yang berhasil meraih laba ternyata pimpinannya malah mengalami perombakan.

Baca Juga: 36 Unit Kerja Raih WBK KemenPAN-RB, Kadiv Humas: Wujud Nyata Birokrasi Polri

“Beberapa BUMN yang sukses mendapat laba malah dirombak. Padahal keberhasilan badan usaha adalah maraih laba,” kata dia.

Olehnya itu, Gunhar mempertanyakan urgensi rencana perombakan beberapa BUMN seperti PT Bukit Asam, PT Timah, PT Aneka Tambang melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Desember 2021 ini.