Ferry mengakui pihaknya kecolongan dengan adanya kejadian di malam pergantian tahun 2021, padahal malam itu menurutnya, Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya dan seluruh pejabat utama berada di eks MTQ.
Baca juga: 10 Ruko di Kota Lama Ludes Terbakar
“Seadanya ada laporan yang masuk kepada kami, saya pastikan kami akan hentikan. Tapi kami baru ketahui juga setelah ada kejadian, video yang tersebar itu,” tegas Ferry Walintukan.
Lebih lanjut dia mengatakan, terkait sanksi, pihaknya masih mendalami motif dari pihak Claro yang menggelar perayaan, jika motifnya sudah jelas baru sanksinya menyusul.
“Kita lihat aturan mana yang dilanggar, atau yang tidak dilaksanakan (Maklumat Kapolri),” pungkas dia.
