Parmin juga mengaku telah melakukan verifikasi pengunjung dengan pemakaian hand sanitizer, masker, tes suhu tubuh, meja tamu diatur berjarak. Sehingga, meski para pengunjung berjoget tapi tetap menjaga jarak dari meja ke meja.
“Semua tamu memakai masker, tapi masak minum harus pakai masker. Mungkin (saat tidak minum) maskernya ada di bawah leher, sambil minum kan begitu. Cek suhu tubuh di atas 37 derajat saya tidak izinkan masuk,” tandasnya.
Bukan hanya itu, menurut Parmin, sebelum acara digelar, Tim Yustisi telah datang memantau kegiatan di Claro. Dirinya menegaskan, Liquid tak melanggar protokol kesehatan.
“Saya tidak melanggar, intinya kami sudah sesuai petunjuk dan arahan Satgas. Beliau (Wali Kota Kendari) kami ikuti menutup tidak lewat dari pukul 02.00 Wita,” pungkasnya. (B)
Reporter: Siswanto Azis
