Hasil otopsi mengungkap kekerasan brutal yang dialami korban. Polisi menyebut sembilan tulang rusuk korban patah, wajah hancur, dan bagian tengkorak mengalami kerusakan parah hingga hanya menyisakan saraf otak bagian belakang.

Selain itu, kedua tangan korban ditemukan dalam kondisi lebam, kaki patah, serta terdapat dugaan jeratan di leher yang masih didalami penyidik.

Saat korban meninggal, cincin dan anting emasnya langsung diambil oleh tersangka BS. Dalam penggeledahan di rumah BS pada malam hari, polisi juga menemukan dua sertifikat yang diduga milik korban.

"Kami akan terus dalami kasus ini, apalagi yang di mana si korban banyak nasabahnya," pungkas Welliwanto. (C)

Penulis: Gusti Kahar