Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Irjen Dedi Prasetyo sebelumnya mengatakan, gangguan terkait politik identitas, polarisasi, hingga kampanye negatif kemungkinan bisa terjadi dalam pelaksaan Pemilu 2024.
“Kejadian-kejadian lama pasti akan dikemas juga oleh kelompok-kelompok tertentu, oleh orang-orang tertentu yang ingin memang membuat situasi menjadi panas, ingin membuat situasi menjadi gaduh dan memenangkan salah satu golongan, salah satu kelompok, itu mungkin hal yang tidak bisa dicegah lagi pasti itu akan ada, polarisasi, politik identitas,” kata Dedi pada Jumat (7/7/2023) lalu.
Berkaca pada Pemilu 2019, Dedi menilai menilai saat itu berjalan cukup baik dengan adanya cooling system yang dinamakan Satgas Nusantara, meski diwarnai oleh politik identitas hingga polarisasi di masyarakat.
“Tahun 2018-2019 kita cukup berhasil dengan cooling system kita. Kalau dulu kita namanya Satgas Nusantara bekerja sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, teman-teman media selalu membranding, selalu menginformasikan tentang keberagaman tentang modernisasi beragama, tentang kebhinekaan, tentang persataun dan kesatuan bangsa ini,” ujar Dedi.
Baca Juga: Demokrat Berkilah Tak Bahas Reshuffle Kabinet Pertemuan SBY dan Jokowi
