Sederhana

Wakil Presiden I RI, Bung Hatta dan Kapolri Hoegeng dikenal jujur, tidak mengada-ada. Karenanya, mereka hidup sederhana. Tidak banyak tuntutan, baik dari dirinya sendiri maupun dorongan dari keluarga intinya, agar hidup bermewah-mewahria alias berlebihan.

Bung Hatta hingga kini dikenang sebagai Bapak Koperasi, sebuah perekonomian yang didadasarkan atas pengelolaan dan untuk pemenuhan kebutuhan anggota. Mungkin pas kalau disebut ekonomi gotong-royong. Keuntungan dipetik untuk kepentingan anggota dan bersama.

Demikian pula halnya dengan Hoegeng, yang kebaikannya terus dikenang oleh rakyat dan para anggota Polri. Setiap jelang Hari Bbayangkara, sekurangnya dalam 3 – 4 tahun terakhir ini, namanya senantiasa digunakan untuk sejumlah keteladanan. Namanya, di-award-kan untuk berbagai kategori keteladanan. Mungkin terlalu berat bila tak kategorikan atau keseluruhan yang ada pada diri Hoegeng.  

Kebaikan mereka selalu dikenang untuk diteladani. Mereka tak hanya sederhana untuk diri sendiri, tapi berani mengambil risiko hidup pas-pasan. Perjalanan hidup, disadari atau tidak mereka sadari, adalah mendidik.