Menurut data kepolisian, laki-laki itu tersangka kelas kakap. Pengaduan tentangnya datang dari Padang, Medan, Kutaraja, dan Jakarta. Perempuan pelapor itu adalah orang terakhir yang megadukannya dan ia meminta agar laki-laki itu segera ditahan.

“Saya tahu, dia segera mau ke Singapura sore ini, pukul 18.00,” info perempuan itu lagi. Atas permintaan Hoegeng, sore itu Imigrasi Bandara Kemayoran memberi info balik telah menahan laki-laki yang dimaksud.

Laki-laki itu kemudian ditangkap oleh Polisi di Bandara Kemayoran dan selanjutnya mengantarkannya ke tahanan.  Perkaranya diproses sampai ke Pengadilan. Rupanya, nama Hoegeng sebagai pejabat, sudah cukup komersil kalau disalahgunakan orang lain. Atas kenyataan itu, Hoegeng hanya bisa geleng kepala.

Hoegeng juga menceritakan, seorang wanita yang kebetulan keturunan Cina, berusia sekitar 30 tahun. Ia terlibat somokel (penyelundupan) di Makassar. Tetapi, ia cerdik dan berusaha membebaskan diri karena memiliki relasi banyak pejabat penting, seperti kepolisian, ketentaraan, dan kejaksaan agung.

Dalam memerjuangkan agar kasusnya dideponir, perempuan cantik itu memeroleh saran-saran bantuan dari relasinya. Suatu hari relasinya datang ke ruang kerja Hoegeng dan minta agar kasus perempuan itu dideponir saja. “Ia sudah membantu banyak tokoh penegak hukum, antara lain juga dari kepolisian,” ungkap Hoegeng mengulang alasan relasi perempuan itu kepadanya. (1993: 315).