Namun kata Sigit, wacana ke depan yakni memanfaatkan teknologi simulasi untuk penerbitan SIM baru. Pemohon SIM diwacanakan bisa membuat SIM di gerai-gerai yang ada di mal dengan mengikuti ujian praktik menggunakan simulator.

"Ke depan, kita akan geser pelan-pelan dengan memanfaatkan teknologi simulasi yang tentunya akan kami sesuaikan dengan kondisi terkini sehingga masyarakat kemudian bisa terlayani dengan tidak usah datang ke kepolisian, cukup mampir ke mal, jalan-jalan di situ ada gerai kemudian coba seperti main game begitu, kemudian kalau lulus akan keluar tanda kelulusan yang kemudian nanti akan bisa diprint," tegas Sigit.

Baca Juga: Muhammad Lutfi Siap Mundur dari Mendag Jika Kebijakan Impor Beras Keliru

"Kemudian secara otomatis apakah nanti akan dikirim melalui delivery system atau kemudian menjadi SIM elektronik yang bisa disatukan di dalam gadget kita," sambungnya.

Menurut Sigit, program itu masih bersifat rencana. Kata dia, pihaknya masih mengembangkannya.