MUNA, TELISIK.ID - Kabupaten Muna sangat terkenal dengan tradisi perkelahian kuda. Bahkan, sampai-sampai lambang daerah menggunakan logo kuda berkelahi (warna putih dan hitam).
Dengan kondisi itu, harusnya Muna memiliki banyak kuda. Namun, justru berbanding terbalik. Populasi kuda malah mulai menurun. Bahkan, sejak mekarnya Muna Barat (Mubar), hampir tidak ada lagi yang berternak kuda. Para Peternak kuda, semuanya bergeser ke Mubar.
Kepala Dinas Peternakan (Kadisnak) Muna, LM Yakob menerangkan, jumlah kuda saat ini tinggal kurang lebih 90 ekor yang tersebar di berbagai kecamatan. Kuda-kuda lokal itu diadakan melalui APBD.
"Jadi memang populasinya menurun. Untung saja ada pengadaan," kata Yakob, Rabu (3/11/2021).
Baca Juga: Jadwal Penetapan Pemenang Mega Proyek di Kota Baubau Ditunda, Ada Apa?
