Riko menilai sepertinya pemkab tidak bisa melihat peluang wisata dan tidak mampu menyenangkan hati masyatakat.
"Semoga ke depan event pacuan kuda di Manggarai dihidupkan kembali agar minat masyarakat untuk memelihara dan merawat kuda lebih meningkat," tuturnya.
Sebelumnya, salah satu pemilik kuda di Manggarai, Mansur Anwar mengatakan, saat ini sedang berlangsung lomba pacuan kuda dalam rangka memperebutkan Piala Bupati Sikka. Dirinya memutuskan mengirim kuda dalam kejuaraan itu, karena di Manggarai tidak ada kejuaraan pacuan kuda tahun ini.
"Kami bawa 5 kuda dalam pacuan bergengsi di Maumere, Kabupaten Sikka kali ini. 5 Kuda itu masing-masing bernama Putri Nanga Banda, Iseng-Iseng Star, Jempol Jaya, Speed dan Bintang," kata Mansur.
Kuda-kuda dari Manggarai yang dikirim, kata Mansur, tidak kalah dalam adu kecepatan lari, sehingga dari 5 yang dibawa, ada 3 kuda yang masuk final, termasuk Putri Nanga Banda.
