"3 kuda yang masuk final, yakni Putri Nanga Banda, Iseng-Iseng Star dan Jempol Jaya," beber pria yang biasa disapa bos kurus itu.
Baca Juga: Pembalap Nasional Siap Jelajahi Pulau Flores
Menurutnya, kuda-kuda yang dikirim tentu tidak sembarang kuda. Keinginannya bisa mendapatkan hasil terbaik, terutama untuk kuda Putri Nanga Banda. Kuda ini memang sangat diandalkan dalam pacuan kali ini.
Pacuan kuda, katanya lagi, sebetulnya sudah menjadi membudaya di Manggarai. Dahulu sangat ramai pacuan kuda yang menjadi agenda tahunan pemkab bersama Pordasi. Pacuan kuda itu dilakukan dengan baik selama ini, tetapi beberapa tahun terakhir, tidak ada lagi lomba pacuan kuda.
Kalau rutin diadakan pacuan, lanjut Mansur, itu bisa menggairahkan masyarakat atau siapapun untuk memelihara kuda. Kalau tidak, maka minat memelihara kida akan turun atau bahkan hilang.
