Jika pasangan penantang menganggap bahwa lawan mempunyai kekuatan yang lebih, maka mereka akan mundur dan mencari pasangan yang dianggap memiliki kekuatan yang sama.
.jpeg)
Namun, apabila lawan yang datang dianggap seimbang, maka Posepa’a pun akan segera dimulai. Salah satu dari masing-masing pasangan akan melakukan “pigi” yaitu maju kedepan mendahului pasangannya (tetapi masih berpegangan) untuk memulai menendang (sepa).
Tendangan pertama yang akan dia lakukan disebut Bagaigu. Tendangan ini dilakukan pada posisi sedikit maju kedepan dari pasangannya dan menendang menyibak dari arah samping.
Sasaran yang dituju adalah bagian pelipis, rahang, atau dada bagian samping. Setelah lawan melakukan tendangan Bagaigu, maka lawan pun akan membalas dengan tendangan “hekafi” atau “tuduhi”.
