Sejumlah peralatan medis didatangkan dari Kota Batam.
Sebelumnya pihak medis sudah melepas alat bantu medis CPR (Cardiopulmonary resuscitation) di tubuh Syahrul, namun kembali dipasang.
Tim medis memonitor kesehatan Syahrul selama 24 jam. Dia sempat membutuhkan darah yang cukup banyak.
Syahrul lalu dilarikan ke RSUD Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang, Sabtu, 11 April 2020 menggunakan ambulans.
Tim medis yang membawanya saat itu mengenakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar penanganan COVID-19.
