Basarnas telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan Siaga SAR Khusus, termasuk perahu karet, jet ski, kapal, serta rescue car dan ambulans.
"Kami memiliki 117 personel dan 758 potensi SAR yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara," kata Amiruddin.
Selain kesiapsiagaan terhadap kecelakaan transportasi, Basarnas juga mewaspadai ancaman bencana lainnya, seperti bencana hidrometeorologi yang mencakup banjir, gelombang tinggi, longsor, dan angin puting beliung.
Bencana geologi, seperti gempa bumi dan tsunami, serta kecelakaan di tempat wisata, juga menjadi perhatian serius.
Lokasi Siaga SAR Khusus ini mencakup beberapa titik vital, di antaranya Pelabuhan Nusantara Kendari, Pelabuhan Feri Kendari, Bandara Haluoleo, dan berbagai pelabuhan serta bandara lainnya di Sulawesi Tenggara.
