Lebih lanjut ia menyatakan, dampak dari wabah COVID-19 tidak hanya dari sisi pelaksanaan kegiatan ibadah, tapi menyentuh seluruh sendi kehidupan kita termasuk di dalamnya dari sisi pembangunan.
"Tidak dapat kita sangkal bahwa akibat dari pandemi COVID-19 sumber-sumber pembiayaan untuk pembangunan banyak yang dialihkan untuk penanganan pandemi dan juga untuk pemulihan ekonomi masyarakat," bebernya.
Hal ini berakibat menurunnya penerimaan daerah yang berasal dari dana transfer pemerintah pusat.
"Sebagai akibat dari kondisi tersebut kita harus realistis dan menyadari bersama bahwa akan ada target-target pembangunan yang sebelumnya telah ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah Kabupaten Kolaka Utara yang tidak akan tercapai," tukasnya.
Baca juga: Aneka Takjil di Pinggir Jalan Jadi Menu Buka Puasa Warga Reok
