“Masyarakat di sini masih menjaga kearifan lokal dan masih terlihat alami, Masyarakat yang notabene sebagai nelayan akan memperbaiki jaring-jaring miliknya. Serta para anak-anak yang bersuka ria memancing dan berenang di seputaran rumah,” ungkap Rama selaku Guide.
Melalui papan-papan kecil yang dibangun masyarakat, terlihat semangat gotong royong yang masih terjaga pada masyarakat Bajo Sampela. Terlihat beberapa masyarakat masih membantu tetanganya membangun rumah. Tidak hanya itu saja, tercium juga aroma ikan kering dan rumput laut dari sebagian rumah warga di perkampungan Bajo ini.
Masyarakat di sini membangun rumah dari papan-papan kayu, berbentuk rumah panggung, berdiri di tengah laut, berdinding kombinasi kayu dan anyaman bambu serta atap terbuat dari daun rumbia, tidak luas namun nyaman ditinggali.
"Hal yang menjadi kendala saat ini bagi warga adalah sumber mata air, sehingga setiap harinya warga di sini akan mengambil air di daratan,” katanya lagi.
Menariknya, warga Bajo Sampela turut andil dalam melestarikan alam pesisir, tampak di bawah rumah beberapa warga bibit pohon mangrove yang tumbuh dirawat oleh beberapa keluarga.
