“Dalam semester I periode 2023, total debit tercatat Rp 270.711.327.382.457 (Rp 270,71 triliun) dan total kredit adalah Rp 270.882.250.274.347 (Rp 270,88 triliun),” ujar Ivan.
Baca Juga: Ketua Umum Golkar dan Demokrat Sebut Pandemi COVID-19 Berdampak Pembelian Alutsista di Kemenhan
Kemudian dalam semester II periode 2023, kata Ivan, terjadi peningkatan dengan total debit Rp 322.066.974.633.002 (Rp 322,06 triliun) dan total kredit Rp 321.584.862.409.818 (321,58 triliun).
“Meningkat sangat signifikan di periode 2023 semester kedua. Ini kita tidak bisa langsung serta merta mengasumsikan ada yang salah atau ada tindak pidana, ini kan momentumnya (jelang Pemilu 2024) kita lihat,” jelasnya.
Sementara itu, laporan awal dana kampanye (LADK) yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dari 18 partai politik nasional peserta Pemilu 2024, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memiliki pengeluaran yang paling kecil.
