Komunikasi yang simpang-siur ini juga tak bisa dianggap hanya sekadar komunikasi semata. Melainkan penulis mencurigai adanya kepentingan yang dijalankan oleh pemerintah. Komunikasi yang terkesan simpang-siur ini jika diamati, meminjam bahasa anak sekarang, bahwa pemerintah sedang “test ombak.”

Pemerintah sedang menunggu respons (feedback) dari masyarakat, sehingga pada akhirnya keinginan luas masyarakat yang akan dipilih dan dijalankan dalam pengambilan keputusan pemerintah. Seakan bahwa pemerintah seiya, sekata dengan permintaan publik.

Pengambilan keputusan dengan cara ini memang terkesan tampak baik. Namun sebenarnya, komunikasi ini menunjukkan lemahnya pemerintah dalam berkomunikasi kepada publik, juga menunjukkan keraguan pemerintah dalam mengambil keputusan, dan lemahnya koordinasi antar elemen instansi atau departemen dari pemerintah terkait.  

Meski buruk, tetapi kelemahan komunikasi ini juga dapat menghasilkan kesempatan dan peluang untuk memperoleh simpatik publik. Langkah ini yang tampaknya digunakan oleh PDI Perjuangan dalam memperbesar simpatik publik kepada partai dari kesimpang-siuran komunikasi pemerintah.

Komunikasi Pemerintah yang Simpang Siur